Showing posts with label Short story. Show all posts
Showing posts with label Short story. Show all posts

Tuesday, November 25, 2014

Dear Alfa,

Ini kali kedua aku menulis surat untukmu. Nampaknya kau memang menjawab surat pertamaku dengan begitu baik. Tapi bagaimanapun kau tak bisa apa-apa. Karena ternyata waktu masih ingin mengajak kita bermain. 

Kita bertemu entah bagaimana reka dayanya, hingga kita benar-benar berjumpa. Dalam keadaan kita yang masih saja sendiri. Hanya diri kita dan ego kita masing-masing.

Wednesday, April 9, 2014

Pengakuan Maria

Namaku Maria. Itulah kenyataan yang harus diakui orang-orang di sekitarku. Malam ini adalah malam besar bagiku. Bagaimana tidak, malam ini adalah kali pertama aku akan pergi ke pesta paling megah yang pernah aku datangi seumur hidupku. Aku tidak sedang berbohong. Aku punya undangannya. Ajudan pak gubernur sendiri yang mengantarkannya padaku. Aku diminta untuk menyanyi di acara pernikahan putri pak gubernur, katanya. Aku pun sangat bangga dan bahagia sekali mendengarnya. Segera kutumpahkan seluruh isi lemari pakaianku demi memilih baju terbaik.

Monday, April 7, 2014

Isyarat Cermin

Aku melihat bayanganku sendiri di cermin ketika kerumunan orang yang mengaku kenal denganku sedang berdesakan di depan pintu ruangan itu hanya demi menemuiku. Aku tak bisa melihat pantulan diriku dengan jelas. Yang bisa kulihat saat itu hanya riasan tebal di wajahku, warna rose yang menempel indah di kuku-kuku tanganku, dan asap rokok yang mengepul keluar dari mulutku.

Wednesday, April 2, 2014

Untuk Alfa,

WAKTU. Satu kata yang tak terbatas oleh ruang dan dimensi semesta. Tak dapat diulang dan tak dapat dihentikan, namun selalu berlari bagai angin yang tak tahu diri, berlalu begitu saja. Waktu adalah alasan dari suatu hal bagi manusia. Waktu adalah sebuah kunci jawaban dari apa yang kita pertanyakan saat ini. Waktu adalah dewa Batara Kala yang dipuja oleh para jahiliyah masa lalu. Waktu adalah rahasia Ilahi yang paling terjaga kesuciannya. Waktu adalah sebuah isyarat bumi untuk mendekatkan Adam dan Hawa yang terpisah gurun dan gunung pada zamannya. Dan waktu pulalah yang tak dapat selalu menjadi benar sesuai keinginan kita.

Aku tahu, aku tak sempurna. Setidaknya begitulah cara kenyataan menamparku. Aku tak cantik, tak pandai menari dan tak sepiawai gadis itu dalam menyayangimu. Entah apa yang ada dipikiranku saat aku menulis ini. Namun inilah yang benar-benar ingin kukatakan.

Friday, September 30, 2011

Bernie's Tale

Naomi loved me. That was what she heartily said to me. She hugged me whenever she wanted to. She often softly grabbed my left hand with her right hand when she was going to go sleep. I loved the moment when the girl who always loved me, whose good smelled blond hair had been curled, had been hugging me as long as her sleep.


Otherwise, I hated the time when she was going to school or playing with her friends. I hated to wait her coming home. I loved the time being with her, and I wanted to be with her forever.  Just like what I had heard from her cute lips at the first time she saw me, “I will love you, Bernie. You are my everything now and forever,”.