Ini kali kedua aku menulis surat untukmu. Nampaknya kau memang menjawab surat pertamaku dengan begitu baik. Tapi bagaimanapun kau tak bisa apa-apa. Karena ternyata waktu masih ingin mengajak kita bermain.
Kita bertemu entah bagaimana reka dayanya, hingga kita benar-benar berjumpa. Dalam keadaan kita yang masih saja sendiri. Hanya diri kita dan ego kita masing-masing.