Showing posts with label Chained Stories. Show all posts
Showing posts with label Chained Stories. Show all posts

Tuesday, April 7, 2015

Amplop Kecil

melanjutkan.... Ujian Manusia

Aku masih terjaga di dalam kamar lembab berukuran 2x3 meter ini. Apapun dan bagaimanapun amarahku pada Tuhan, tak ada yang mengalahkan besarnya amarahku pada adikku, dan pada diriku sendiri. Setelah berjalan kaki sejauh tiga kilometer lebih, akhirnya aku menemukan motel kumuh ini. Kali ini aku sependapat dengan Tuhan yang mempertemukanku dengan motel kumuh yang papan namanya pun sudah usang dan hampir roboh. Aku bersyukur bisa menemukan motel kumuh ini, karena hanya motel jenis inilah yang sanggup aku upayakan biaya per malamnya.

Kebencianku pada kota dingin ini kian tumbuh subur meski aku tak memupuknya. Tuhan nampaknya masih belum bersedia menggerakkan jari-jari adikku untuk menekan pilihan konfirmasi telepon pada kontak namaku. Aku benar-benar tak tahan dengan ketidakberuntungan yang aku adu di kota ini. Aku kalah pada keadaan. Iya, kali ini aku menyerah. Atau hampir menyerah. 
***

Tuesday, March 10, 2015

Ujian Manusia

Kota dataran tinggi tempat ku singgah ini tak sedingin dua tahun lalu. Dua tahun lalu, aku sengaja singgah disini untuk membantu adikku mengemasi barang-barangnya karena ia hendak pindah rumah. Aku hanya singgah selama tiga hari, karena aku memang tak bisa tinggal di kota ini lebih lama. Sama seperti adikku, aku harus bekerja juga. Kami sama-sama sibuk. Hanya mungkin yang membedakan kami adalah dia telah berkeluarga, dan aku masih sendiri. Yah, aku masih saja membujang dikala adikku sudah hampir beranak dua dan hidup bahagia, meski bagiku kehidupanya sangatlah sederhana.

Aku masih ingat jelas, bagaimana cuaca sempat mempermainkanku saat itu. Cukup susah bagiku memahami cuaca kota ini. Malam hingga pagi, aku akan merasakan dingin yang teramat dingin hingga membuat seisi rahangku gemeretak. Namun disiang harinya, sengatan matahari lebih sakit hingga lapis kulit terdalam, panas sekali. Aku benci dua tahun lalu.

Monday, January 28, 2013

Puppy Love 1

continuing from Puppy Love: The Rising

Pagi yang cerah dengan sinar mentari yang meluas merangkul alam indahku.

Ehm..itu sekedar kalimat pembuka aja sih. Oiya, kalian masih ingat Kusti, kan? Dia yang aku sebut sebagai insan mulia. Kali ini aku akan bercerita tentangnya.

Sunday, January 6, 2013

Puppy Love: The Rising

Hmm... harus dimulai dari mana, ya?

Oh, OK, I know. Ehm. Aku mulai dengan perkenalan dulu, deh.

Well, hi! Kenalin, namaku Tammy, 22 tahun. Biar aku luruskan, nama lengkapku bukan iTAMMYtum (kayak yang punya blog ini), atau bendungan suTAMMY (karna itu udah dipake nama jalan), atau TAMMYya (sedikit maksa sih, tapi demi mencegah kesalahpahaman, itu nama mainanku waktu SD dulu). Bukaan. Bukan itu semua. Mungkin kalian akan sedikit mengalami shock dan trauma ringan dikepala setelah tahu nama lengkap asliku.